Kapolres Malaka Hadiri Ritual Adat Tebe Beimau Sali, Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Melestarikan Budaya

Kapolres Malaka Hadiri Ritual Adat Tebe Beimau Sali, Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Melestarikan Budaya

Kapolres Malaka Hadiri Ritual Adat Tebe Beimau Sali, Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Melestarikan Budaya

Malaka – Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan sosial dan melestarikan budaya lokal. Hal tersebut terlihat saat Kapolres Malaka bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Malaka menghadiri kegiatan adat Tebe Beimau Sali di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, pada Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di rumah adat Desa Kamanasa ini turut dihadiri oleh unsur kepolisian, tokoh adat, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Di antaranya Kasubbdit Provos Polda NTT Kompol Januarius Seran, S.H., para pejabat Polres Malaka, kepala suku, ketua adat, hingga warga Desa Kamanasa.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan prosesi penjemputan Kapolres Malaka bersama rombongan oleh tokoh adat Suku Lia Nain. Sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal, Kapolres dan rombongan mengikuti prosesi pergantian pakaian adat sebelum memasuki lokasi kegiatan.

Selanjutnya, rombongan mengikuti prosesi adat di rumah adat Suku Lia Nain, termasuk pemakaian atribut adat berupa belak, muti, dan sofen. Kegiatan dilanjutkan dengan menuju lokasi adat Liurai untuk mengikuti rangkaian utama ritual Tebe Beimau Sali, yang diawali dengan penyambutan adat, tarian tebe, serta ritual sakral yang dipimpin oleh para tua adat.

Kapolres Malaka bersama rombongan juga turut mengikuti berbagai tahapan kegiatan adat lainnya, termasuk kunjungan ke rumah adat Uma Katuas serta kembali berpartisipasi dalam tarian Tebe Beimau sebagai simbol kebersamaan dan persatuan.

Adat Tebe Beimau Sali sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Desa Kamanasa yang dilaksanakan setiap bulan April sebagai ungkapan rasa syukur kepada leluhur atas hasil panen, khususnya panen jagung (Hamis Batar). Selain memiliki nilai sakral, ritual ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antar warga, baik yang tinggal di desa maupun yang merantau.

Seluruh peserta yang mengikuti ritual diwajibkan mengenakan pakaian adat dan mengikuti aturan yang berlaku, mengingat kegiatan ini bersifat sakral. Diperkirakan sekitar ±100 orang masyarakat hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat.

Kehadiran Kapolres Malaka bersama jajaran dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergitas antara Polri dengan tokoh adat dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Selain itu, Polri juga terus berkomitmen untuk memastikan setiap kegiatan masyarakat berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Hingga kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Polres Malaka juga terus melakukan monitoring serta koordinasi dengan seluruh pihak guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama rangkaian kegiatan berlangsung hingga selesai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin kuat, serta tradisi budaya lokal tetap lestari sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

renhumaspolresmalaka