Pendekatan Humanis Polri Berhasil Satukan Pemuda Fahiluka dan Naimana dalam Ikrar Damai

Pendekatan Humanis Polri Berhasil Satukan Pemuda Fahiluka dan Naimana dalam Ikrar Damai

Pendekatan Humanis Polri Berhasil Satukan Pemuda Fahiluka dan Naimana dalam Ikrar Damai

Polsek Malaka Tengah bersama Pemerintah Kecamatan Malaka Tengah berhasil memfasilitasi penyelesaian konflik antar pemuda melalui jalur kekeluargaan dan adat, menyusul terjadinya aksi tawuran antara pemuda Dusun Bolan A Desa Fahiluka dan Dusun Manubai Desa Naimana.

Kegiatan perdamaian tersebut dilaksanakan pada Minggu malam, 18 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 Wita, bertempat di Paroki Fransiskus Xaverius Bolan, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Proses perdamaian berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan hingga berakhir pada pukul 20.20 Wita.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Romo Yasintus Nesi, Pr, Plt. Camat Malaka Tengah Fransiskus Seran Nuak, S.Pt., Kepala Desa Fahiluka, Kepala Desa Naimana, personel Polsek Malaka Tengah, Bhabinkamtibmas Desa Fahiluka, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan para pemuda dari kedua desa.

Diketahui sebelumnya, aksi tawuran antar pemuda terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 20.30 Wita di Dusun Manubai Desa Naimana. Peristiwa tersebut dipicu oleh perkelahian antar pemuda yang terjadi sehari sebelumnya di Pantai Motadikin, Kecamatan Malaka Tengah.

Kapolsek Malaka Tengah melalui personel Polsek dan Bhabinkamtibmas secara intensif melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda dari kedua belah pihak. Upaya ini dilakukan untuk mencegah konflik berlanjut serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kesepakatan perdamaian dilaksanakan sesuai adat Wesey Wehali, sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengakhiri konflik dan menjaga persaudaraan antar pemuda kedua desa.

Polres Malaka melalui Polsek Malaka Tengah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan, sambang, dan patroli dialogis guna mencegah terjadinya kembali konflik serupa, khususnya pada momentum kegiatan masyarakat dan perayaan tertentu.

Penyelesaian konflik melalui jalur kekeluargaan dan kearifan lokal ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri sebagai pengayom masyarakat yang mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Renhumaspolresmalaka